Museum Lampung Hadirkan Pameran “Logam (Yang) Mulia dalam Bingkai Budaya Lampung”, Menelusuri Jejak Kemuliaan Logam dalam Peradaban

  • 13:56 WIB
  • 30 October 2025
  • Admin Museum Ruwa Jurai
  • Dilihat 175 kali
Museum Lampung Hadirkan Pameran “Logam (Yang) Mulia dalam Bingkai Budaya Lampung”, Menelusuri Jejak Kemuliaan Logam dalam Peradaban

Bandar Lampung — Museum Negeri Provinsi Lampung menghadirkan pameran tematik bertajuk “Logam (Yang) Mulia dalam Bingkai Budaya Lampung”, yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang logam sebagai bagian penting dalam sejarah peradaban manusia. Pameran ini menyoroti logam bukan hanya sebagai bahan material, tetapi juga sebagai simbol kemuliaan, kekuatan, dan ketahanan budaya.

Melalui pameran ini, Museum Lampung mengajak masyarakat memahami bagaimana logam membentuk, merekam, dan mewariskan jejak peradaban dari masa ke masa.

Pada masa prasejarah, kemampuan manusia dalam mengolah logam menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi. Di Lampung, temuan seperti nekara dan bejana perunggu menjadi bukti bahwa wilayah ini telah terhubung dengan jaringan budaya logam Asia Tenggara. Benda - benda tersebut kerap digunakan dalam upacara sakral, menjadikan logam sebagai bahan yang dimuliakan.

Memasuki masa Hindu - Buddha, logam semakin berperan dalam ranah keagamaan. Arca, perhiasan, dan peralatan ritual dari logam menjadi lambang kedekatan dengan dewa. Tradisi tersebut kemudian berlanjut pada masa Islam, ketika logam berfungsi sebagai sarana dakwah, ekonomi, dan budaya. Mata uang logam memperkuat jaringan perdagangan, sementara seni kaligrafi berbahan logam menghiasi benda-benda keagamaan.

Pada masa kolonial, logam mengalami transformasi makna. Bangsa Eropa memperkenalkan teknologi metalurgi baru yang menjadikan logam sebagai instrumen ekonomi dan kekuasaan. Senjata, koin kolonial, hingga peralatan industri menjadi penanda perubahan besar dalam hubungan manusia dengan material ini. Perjumpaan antara tradisi dan modernitas pun melahirkan bentuk-bentuk baru yang memperkaya kebudayaan Nusantara.

Hingga kini, tradisi logam tetap hidup dalam budaya masyarakat Lampung. Kuningan menjadi logam utama yang sarat makna simbolik — mencerminkan nilai kemuliaan, kesakralan, dan identitas sosial masyarakat. Melalui berbagai benda pusaka dan perlengkapan adat, logam tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga spiritual dan sosial.

Melalui pameran “Logam (Yang) Mulia dalam Bingkai Budaya”, Museum Negeri Provinsi Lampung ingin menegaskan bahwa logam bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan simbol keabadian budaya yang terus hidup. Pameran ini menjadi refleksi bahwa logam adalah saksi perjalanan panjang manusia — dari masa prasejarah, klasik, kolonial, hingga era modern — yang tetap menyimpan nilai kemuliaannya di setiap zaman.

Museum Lampung mengundang masyarakat luas, pelajar, dan pemerhati budaya untuk hadir menikmati pameran ini sebagai sarana pembelajaran dan apresiasi terhadap warisan budaya Nusantara yang berakar kuat di bumi Sai Bumi Ruwa Jurai.